Aku hanya ingin mandi puisi malam ini
Sebab Aku mungkin memunafikkan hatiku yang selalu butuh bayangmu untuk menenengkan gemuruh batinku sejak kemarin
Bukan maksudku merayu
tetapi karena aku sendiri telah terkepung bersama fikirku
sejenak biar kubasuh lukaku sendiri
bermandikan puisiku, bukan puisimu, bukan bijakmu...
Tidak jauh dariku,
tidak juga dekat dengaku
semuanya berhenti bergerak
kehati-hatianmu menyisakan luka di beberapa jiwa
bukankah kau masih sama
masih seorang yang selalu bisa dicintai banyak perempuan
Misterimu bukan lagi tabir bagi hatiku
tidak juga dekat dengaku
semuanya berhenti bergerak
kehati-hatianmu menyisakan luka di beberapa jiwa
bukankah kau masih sama
masih seorang yang selalu bisa dicintai banyak perempuan
Misterimu bukan lagi tabir bagi hatiku
Dan pernah kau menyayangi seseorang penuh kerelaan
ketika malam mencekam, sayup kau mendegar tangisannya
tetapi sayangnya kau tak tahu harus berbuat apa
seperti itu rasanya menangisi
ketidak adaan, ketidak mampuan...
ketika malam mencekam, sayup kau mendegar tangisannya
tetapi sayangnya kau tak tahu harus berbuat apa
seperti itu rasanya menangisi
ketidak adaan, ketidak mampuan...
ku akui...ketakutanku meraja lela
terlalu takut kau tinggalkan di persimpangan
terlalu takut kau menoleh kebelakang
dan terlalu risau kau berpaling...
mungkin benar
aku terlalu gundah kehilanganmu
sejenak
rebahkanlah peliknya hidup ini
dan tersenyumlah bersamaku
ketika kau terbangun
pandangilah aku...cuma aku
terlalu takut kau tinggalkan di persimpangan
terlalu takut kau menoleh kebelakang
dan terlalu risau kau berpaling...
mungkin benar
aku terlalu gundah kehilanganmu
sejenak
rebahkanlah peliknya hidup ini
dan tersenyumlah bersamaku
ketika kau terbangun
pandangilah aku...cuma aku
Aku sempat terdiam
memandang sejenak deret kata di sini
Yang kutemukan adalah ketidak tahuan
Tentang apa yang kurasakan sekarang
tentang bagaimana kondisiku sekarang
sejenak aku terdiam
entah apa yang harus aku torehkan disini
sejenak aku menulis seadanya
dan berterima kasih terlalu besar
bagi kamu sobat
maukah besok datang lagi menjengukku....
memandang sejenak deret kata di sini
Yang kutemukan adalah ketidak tahuan
Tentang apa yang kurasakan sekarang
tentang bagaimana kondisiku sekarang
sejenak aku terdiam
entah apa yang harus aku torehkan disini
sejenak aku menulis seadanya
dan berterima kasih terlalu besar
bagi kamu sobat
maukah besok datang lagi menjengukku....

Adalah yang termanis
ketika aku membuka mata
menemukan namamu di inbox handphoneku
menemukan cintamu
menemukan ketulusanmu
dan menemukan harapanmu
dipagi hari kau mengulum puisi untukku
yang ternyata telah mencumbuku sejak subuh
Subscribe to:
Posts (Atom)




